Tahap Penting Reformasi Pendidikan.
Sekitar 1.225 perserta dari seluruh Indonesia bertemu untuk memajukan pendidikan nasional.
Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2008, diawali dengan diluncurkannya secara resmi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), dan NUPTK (Nomor Unik Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan), pada 4 Februari 2008 itu di Pusdiklat Pegawai Depdiknas Sawangan, Depok. RNP yang dibuka Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, tahun in bertema “Pemantapan Pencapaian Target Renstra 2005-2009” yang diikuti 1.225 peserta.
Kegiatan yang digelar hingga 6 Februari 2008 itu, mengevaluasi capaian kinerja pembangunan pendidikan pada 2005-2007, pemantapan pelaksanaan sembilan terobosan kebijakan pendidikan, dan peningkatan pemahaman terhadap tujuh isu pokok pendidikan.
Mendiknas menyebutkan, reformasi pendidikan di Indonesia telah memasuki tahap yang amat berarti. Kini pendidikan telah diamandemenkan sebagai hak asasi manusia, bukan sekedar hak warga negara. “Berbagai hal dilakukan untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia, mulai dari penerbitan UU hingga penyediaan dana sampai 20 persen dari APBN, “kata Bambang Sudibyo. “Ini menjadi reformasi pendidikan yang terbesar di dunia,”ujarnya. Untuk itulah, Mendiknas meminta pemerintah daerah punya komitmen yang besar pula untuk mendukung reformasi pendidikan ini.
Selain itu, di RNP ini diberikan pula oleh Mendiknas piagam penghargaan Anindyaguna kepada tujuh PTN (UGM, ITB, UI, Undip, Unair, IPB, dan UT) dan enam lembaga yang mendapat pengakuan berkelas dunia.
Sertifikat beasiswa unggulan juga diberikan kepada para peraih medali emas tingkat internasional dari SD hingga SMA, dan SLB. Anak-anak dengan kemampuan istimewa di bidang ilmu pengetahuan ini memperoleh predikat dari Mendiknas sebagai the real idol of Indonesia. “Mereka inilah yang telah berjuang untuk bangsa dan Negara,” ujar Mendiknas.
Prestasi yang diukir juga pada 2005-2007 adalah mendapatkan ISO 9001:2000 bagi 73 unit kerja dalam lingkungan Depdiknas. Perolehan sertifikat ISO ini tak terlepas dari upaya keras Depdiknas dalam melaksanakan berbagai program pembenahan. Mendiknaspun menyebutkan adanya beberapa persoalan yang masih harus terus dibenahi dalam sistem penguatan tata kelola.
Sementara pada bidang penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pada akhir 2008, diharapkan lebih dari 25.000 sekolah sudah harus tersambung secara on line, sehingga bisa memulai e-pembelajaran dan e-administrasi. Saat ini semua PTN sudah tersambung, juga beberapa PTS besar. Begitu juga di semua unit kantor depdiknas, baik di propinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, diharapkan pula, Rembuk Nasional Pendidikan 2008 yang dihadiri oleh peserta penyelenggara pendidikan seluruh Indonesia ini, bisa merumuskan langkah-langkah teknik yang akan diambil untuk membenahi berbagai kebijakan tersebut. Terutama perluasan dan pemerataan akses pendidikan.
Di sisi lain, Rektor Universitas Indonesia, sebagai salah satu penerima penghargaan Anindyaguna, mengatakan, ”Good governance adalah hal mutlak karena menyangkut akuntabilitas dan transparansi,” ujar Prof Gumilar Soemantri.”Ini adalah ajang silaturahmi sekaligus mempertegas pemahaman kita sebagai suatu bangsa. Karena sekarang ini kita harus mencapai daya saing yang tinggi, agar kita sebagai bangsa bisa tetap survive,”katanya.
Hal senada dikemukakan pula Frans Wangga, Resource Management dari Universitas Negeri Papua. Bagi peserta asal Papua ini, evaluasi yang dilakukan di RNP 2008 diharapkan memunculkan tindakan konkret menanggulangi masalah yang ada di tingkat Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Tinggi . ”Tapi yang terpenting, komitmen Pemda untuk menanggulangi berbagai persoalan yang ada, khususnya pendidikan,” ujar Frans.
”Kalau benar-benar dilaksanakan, maka dalam jangka panjang dampaknya dapat memberikan basis yang kuat bagi kemajuan bangsa. Ini membanggakan, karena semua orang akan menjadi educational mainded,” ujar Mendiknas serius.
Berita Depdiknas
12 april 2008
Orginal source : Koran Tempo |