Guru, menurut Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono, merupakan faktor kunci pencetak bangsa dan yang akan menentukan cetak biru dari anak di masa depan. Guru, katanya, juga pencetak model kepemimpinan di masa depan, model masyarakat yang akan diputuskan di masa depan.
Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan guru. Pertama, guru harus menanamkan dasar karakter. ''Dalam ekonomi modern, salah satu karakter yang paling penting adalah kejujuran, karena itu bisnis modern basisnya adalah kejujuran. Ini yang selalu ditulis dalam suatu buku monumental yang ditulis F Okuyama berjudul Trust (kepercayaan),'' kata mantan menteri koperasi dan UKM ini pada Republika di sela-sela acara Pelatihan Guru Tahap II Angkatan ke-10 Program Corporate Responsibility Telkom-Republika, Bagimu Guru Kupersembahkan, di Kandatel Pekalongan, Sabtu (12/4).
Dengan adanya trust yang dasarnya kejujuran, kata dia, suatu bangsa bisa mengembangkan banyak hal. Tetapi kalau suatu bangsa itu tidak jujur, bangsa korup, maka dijauhi bangsa lain dalam pergaulan. Sebab, Okuyama mengatakan, masyarakat modern itu adalah masyarakat yang tingkat kepercayaannya tinggi. ''Jadi, nomor satu adalah akhlak,'' katanya.
Kedua, Adi menilai guru penting menanamkan pada anak keberanian untuk mengambil risiko. Menurut dia, bangsa tak mungkin maju bila bangsa tidak dipimpin oleh orang yang berani mengambil risiko. Sebab, kemajuan hanya bisa dicapai bila ada perubahan. Perubahan hanya mungkin terjadi kalau ada orang yang mau menempuh hal-hal yang baru, yang selalu ada risiko.
''Jadi, harus ada pendidikan kemampuan untuk orang itu berani mencoba, berani berisiko, bersikap kreatif, inovatif, bersikap imajinatif,'' kata Adi, ''Ekonomi kreatif ini justru sekarang makin dominan dalam kehidupan ekonomi bangsa-bangsa. Karena itu kitaa harus bisa membuat bangsa kreatif.''
Ketiga, guru harus menanamkan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika perubahan. Di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali perubahan. Itu yang harus dikembangkan. Karena itu guru harus mempunyai kemampuan yang sifatnya dasar yaitu kemampuan menggunakan komputer dan kemampuan berbahasa Inggris, sebagai syarat minimal. Dengan begitu, ia bisa menangkap dinamika perubahan yang ada di dunia ini sehingga memberikan yang terbaik kepada anak didiknya.
Ketiga kemampuan tersebut, menurut Adi, hal yang pokok yang harus dikembangkan dan merupakan suatu persyaratan standar untuk guru dalam tingkat mana pun. Pada saat Adi memberikan materi tentang motivasi, suasana tampak hidup. Banyak guru yang antusias mendengarkan. Bahkan di sesi tanya jawab, banyak guru yang mengajukan berbagai pertanyaan dan ada juga yang mengungkapkan unek-uneknya.
Written by ririn
Tuesday, 15 April 2008
PEKALONGAN |